3 Hari Temani dan Peluk Jasad Sang Ibu, Balita Perempuan Berusia 2 Tahun Kini Didampingi Psikiater

Jasad Marni (39) ditemukan tengah ditemani dan dipeluk sang anak, EA (2). EA kini didampingi psikiater untuk mengobati trauma sang balita.

Tribunnews.com
Ilustrasi mayat. 3 Hari Temani dan Peluk Jasad Sang Ibu, Balita Perempuan Berusia 2 Tahun Kini Didampingi Psikiater 

BANGKAPOSWIKI.COM - EA (2) yang ditemukan menemani dan peluk jasad sang Ibu kini dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Saat ini kondisi balita tersebut sangat sehat.

Padahal EA tinggal selama tiga hari bersama jasad sang Ibu namun tidak mengalami dehidrasi.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kompol dr. Farid Armansyah mengungkapkan keheranannya dengan kondisi EA.

"Termasuk kita mengherankanlah dia masih baik, tidak sakit walaupun hidup bersama mayat (sang Ibu).

Mayat itu membusuk jika sudah lebih dari dua hari. Anak itu (EA) cukup (kuat) juga karena tidak ada tanda-tanda dehidrasi," kata Farid ketika dikonfirmasi oleh Kompas Senin, (28/10/2019) malam.

Meskipun kondisi fisik EA terlihat sehat, Farid mengungkap jika pihaknya kini sedang memulihkan kondisi psikis EA.

Bahkan Farid juga menyatakan pihaknya telah menyediakan psikiater untuk memulihkan trauma EA karena kehilangan dan berada di sisi jasad sang Ibu.

Farid menjelaskan jika sebagai balita, EA masih belum dapat mengekspresikan suasana kebatinan dan psikisnya.

Balita masih belum bisa mendeskripsikan bagaimana suasana dan perasaannya.

Oleh karena itu Farid dan pihaknya mengetahui betul jika anak yang hidup bersama jasad memiliki trauma dan perlu diberikan dampingan psikiater.

Baca: Balita Usia 2 Tahun di Makassar Sendirian Tunggui & Peluk Tubuh Ibunya yang Sudah Jadi Mayat

Baca: Bayi 14 Bulan Tunggui Jasad Ayah 3 Hari 3 Malam, Tak Minum, Juga Tak Nangis: Ngomong Yah, Yah, Mik

Kronologi kejadian EA ditemukan tengah menemani dan peluk jasad sang ibu selama 3 hari

EA ditemukan tengah memeluk sang Ibu, Marni (39) yang ditemukan telah meninggal dunia di sebuah kamar kos.

Lokasi penemuan tersebut berada di Jalan Bonto Nompo, Temalate, Makassar pada Senin (28/10/2019).

Dijelaskan oleh Kapolsek Tamalate, Kompol Arif Amirrudin, EA langsung berdiri ketika ada petugas yang masuk ke dalam kamar kos yang ditinggali ibu dan anak tersebut.

Petugas dengan segera mengamankan EA yang sebelumnya memeluk dan menemani jasad sang Ibu.

Kondisi terakhir sang Ibu sebelum meninggal

Kepada Kompas, Kompol Arif mengatakan EA dan sang Ibu telah tinggal di kamar kos tersebut sejak tiga bulan lalu.

Hingga artikel ini diterbitkan belum diketahui secara pasti apa penyebab meninggalnya Marni, ibu dari EA.

Kompol Arif mengatakan belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Marni.

Meskipun demikian penyelidikan mengenai meninggalnya Marni akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Setelah ditemukan EA dan jasad Marni segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Dari informasi yang dihimpun oleh Kompas, sebelumnya Marni meminjam ponsel milik seorang saksi, Ratih (23) pada Jumat (23/10/2019).

Hal tersebut dilakukan Marni untuk memesan ojek online sekitar pukul 18.00 WITA.

Namun semenjak kejadian tersebut, Marni tidak lagi kelihatan.

Dilansir Tribun Makassarberdasarkan identitas yang ditemukan di TKP,  Marni merupakan perempuan yang lahir di Ujung Pandang pada 1980.

Diketahui juga Marni terakhir kali memiliki alamat domisili di Kabupaten Maros, Makassar.

"Jadi kita tadi terima telefon dari warga sekitar jam setengah 5, bahwa ada penemuan mayat dan disamping korban itu ada anaknya perempuan yang masih berusia dua tahun," kata Kompol Arif.

Marni lanjut Kompol Arif, diperkirakan meninggal dunia sejak dua hari lalu. Terbukti dengan bau menyengat yang ada di lokasi.

"Dari hasil koordinasi dengan dokpol, korban (Marni) diperkirakan meninggal dunia sudah dua hari. Jadi dua hari ini anaknya bersama ibunya yang sudah meninggal," ujarnya.

Baca: Kronologi Pemerkosaan Tragis yang Dialami Siswi SMA Daarul Aitam dan Ditemukan 3 Hari Kemudian

Baca: Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sulli Pernah Akui Hidupnya Kosong dan Ia Hanya Berpura-pura Bahagia

Berdasarkan pantauan Tribun Makassae di lokasi kejadian, ketika ditemukan, EA tampak tidak mengetahui jika sang ibu yang ditemaninya tersebut telah meninggal dunia.

Meninggalnya Marni diketahui oleh seorang warga setelah mencium aroma bau menyengat dalam kamar kos yang dihuni EA dan sang Ibu.

Diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko seperti yang dilansir Tribunnews, yang pertama kali mengetahui adalah sang pemilik kos, Ratnawati.

Ratnawati pada saat tersebut hendak menagih uang sewa kos kemudian mencium bau tidak sedap dari kamar Murni.

Sebelumnya Ratna sempat mengetuk pintu kos Marni yang dikunci dari dalam.

Mendengar suara tangisan EA dari kamar tersebut, Ratna kemudian segera mencari bantuan kepada para tetangga.

"Usai mendengar tangisan itu, saksi mencari pertolongan dan memberitahu tetangganya perihal tangisan anak-anak dan bau tak sedap tersebut," ujar Indratmoko.

Tidak lama setelah memanggil saksi lainnya, ketua RT dan Bhabinkamtibmas setempat mendatangi kos tersebut kemudian membuka paksa kamar kos.

Warga sekitar yang menyaksikan terkejut melihat tubuh Marni terbujur kaku dan dipeluk oleh sang Anak.

Polisi yang tiba di lokasi langsung membawa EA untuk dirawat dan jasad sang Ibu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(Tribunnewswiki/Maghita, Kompas/Himawan, Tribun Makassar)

Ikuti kami di
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved