Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan, Alat Transportasi Andalkan Kapal Nelayan

Warga Lepar dan Pongok Kabupaten Bangka Selatan sejak lama memanfaatkan kapal kayu nelayan sebagai alat transportasi.

Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan, Alat Transportasi Andalkan Kapal Nelayan
Bangkaposwiki.com/Jhoni Kurniawan
Kantor Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOSWIKI.COM, BANGKA - Kecamatan Lepar Pongok merupakan sebuah kecamatan yang tergabung secara administrasi di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak Juli 2012, Kecamatan Lepar Pongok secara hukum menjadi kecamatan yang terdiri dari beberapa pulau yang bernama Pulau Lepar dan pulau-pulau kecil disekitarnya.

Ibu Kota Kecamatan Lepar Pongok yaitu Tanjung Labu dan terdiri dari empat desa yaitu Tanjung Labu, Tanjung Sangkar, Kumbung dan Desa Penutuk.

Sektor utama yang menjadi komoditas ekonomi di Kecamatan Lepar Pongok yaitu Perkebunan dan Sektor Kelautan.

Warga Lepar dan Pongok Kabupaten Bangka Selatan sejak lama memanfaatkan kapal kayu nelayan sebagai alat transportasi.

Mereka terpaksa menumpang kapal nelayan untuk menyeberang karena tak ada pilihan lain.

4 Jenis Durian Unggul Asli Bangka yang Menggugah Selera

Selama ini tidak ada kapal khusus penumpang yang melayari Lepar dan Pongok menuju Pelabuhan Sadai, Kecamatan Tukak Sadai atau pulau lainnya.

"Kami tidak ada pilihan lain, kapal yang bisa mengantar ke Pelabuhan sadai hanya kapal milik nelayan, sementara kapal lainya tidak ada, ya terpaksa kami menggunakan itu," kata Akmal (40) warga Pongok, kepada Bangkaposwiki.com, Rabu (9/8/2017).

Kapal nelayan sedang bersandar di bibir pantai, Kecamatan Toboali Bangka Selatan.  (Bangkaposwiki.com/Riki Pratama)
Kapal nelayan sedang bersandar di bibir pantai, Kecamatan Toboali Bangka Selatan. (Bangkaposwiki.com/Riki Pratama) 

Warga Pongok jika hendak menyeberang ke Sadai mesti naik kapal nelayan dengan tarif Rp 50 ribu per orang.

Akmal mengungkapkan, sejak tahun 1985, pelabuhan di Desa Sadai sudah menjadi tempat bersandar kapal-kapal nelayan dari sejumlah tempat. Banyak kapal kayu milik nelayan berlabuh di Pelabuhan Sadai.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: FITRIADI
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved