Kain Cual Khas Bangka Belitung, Usaha Tenun Maslina Tembus Pasar Internasional

Maslina Yazid mengembangkan usaha tenun Cual semenjak tahun 1990-an. Usahanya kini terus berkembang, setidaknya belasan motif Cual dipatenkan

Editor: FITRIADI
Bangkaposwiki.com/Andini Dwi Hasanah
Produk tenun kain Cual yang diproduksi Maslina sudah menembus pasar internasional. 

BANGKAPOSWIKI.COM, BANGKA - Kain Tenun Cual merupakan kain khas kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.

Kain ini dibuat secara manual dan tradisonal menggunakan alat tenun. 

Kain tenun Cual ini dulunya merupakan pakaian kebesaran di lingkungan bangsawan Muntok.

Maslina Yazid (56) mengembangkan usaha tenun Cual semenjak tahun 1990-an.

Usahanya kini terus berkembang, setidaknya belasan motif Cual khas Bangka Belitung sudah dipatenkan.

Cual produksi Maslina Yazid sekarang sudah menembus pasar internasional.

Simak video ini:

Seiring dengan perkembangannya produk Maslina tidak hanya kain cual saja, tetapi juga sudah merambah ke batik, baju tenun dan kain yang dibuat dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Kini produk Maslina  telah menembus pasar internasional, permintaan akan produknya juga terbilang tinggi.

Hal ini seiring dengan seringnya ia mengikuti pameran yang difasilitasi PT Timah Tbk.

Tak hanya itu, berbagai pembinaan yang diberikan juga membuat usaha yang digelutinya terus berkembang.

"Saya sering diajak pameran sama PT Timah, disitulah kesempatan saya mempromosikan produk saya untuk bisa keluar Bangka Belitung.

Selain sama PT Timah, saya juga ikut pemerintah pernah pameran di Luar Negeri seperti Malaysia, China dan ada juga yang beli kain cual lalu dibawa ke luar negeri,"  ujar Maslina Yazid kepada Bangkaposwiki.com di Pangkalpinang.

Kisah Sukses Kemaz Rendy Youtuber Asal Bangka Belitung Raup Puluhan Juta, Bermula dari Rasa Galau

Dia menceritakan, semula dirinya mendapatkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 10 juta dari PT Timah untuk kelangsungan bisnisnya.

Berkat bantuan inilah dirinya mulai terus menerus meningkatkan produksi, menambah tenaga kerja, dan kini dirinya mendapatkan kepercayaan peminjaman dana bergulir sebesar Rp 200 juta.

"Tahun 1993 saya sudah kenal dengan program kemitraan PT Timah, lalu saya ikut menjadi mitra. Pinajaman awalnya Rp 10 juta dan sekarang saya kembali menjadi mitra PT Timah lagi untuk mengembangkan usaha saya," jelasnya.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya dan fokus mengembangkan kain Cual hingga dikenal di mancanegara.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya dan fokus mengembangkan kain Cual hingga dikenal di mancanegara. (Bangkaposwiki.com/Dok)

Maslina mengatakan, omsetnya terkadang bisa menembus puluhan juta per bulan.

Apabila pada momentum tertentu omsetnya bahkan bisa ratusan juta.

Dirinya, melalui pembinaan dari PT Timah terus  mengembangkan produk dan motif untuk kain cual.

Dirinya tidak hanya membuat cual saja, tetapi juga memproduksi baju, setanjak dan lainnya.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
31 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved