Kain Cual Khas Bangka Belitung, Usaha Tenun Maslina Tembus Pasar Internasional

Maslina Yazid mengembangkan usaha tenun Cual semenjak tahun 1990-an. Usahanya kini terus berkembang, setidaknya belasan motif Cual dipatenkan

Editor: FITRIADI
Bangkaposwiki.com/Andini Dwi Hasanah
Produk tenun kain Cual yang diproduksi Maslina sudah menembus pasar internasional. 

Menurutnya, pelaku UMKM sebetulnya tidak hanya butuh pinjaman dana bergulir, melainkan juga pembinaan dan promosi.

Hal inilah yang telah dijalankan PT Timah, dirinya juga kerap diajak untuk studi banding agar dapat mengembangkan produk.

"Kami sering dibina dan diajak studi banding untuk mengembangkan produk, ada workshop juga agar produk kami bisa eskpor. 

Nama-nama Pejabat Pemprov Bangka Belitung

Sebetulnya untuk pemasaran enggak terlalu sulit, cuma orang kan belum banyak kenal karena setiap kita pameran antusias ini tinggi," katanya. 

Tak sampai disitu, menurutnya PT Timah juga kerap membantu penjualan produknya misalnya memberikan cinderamata kain cual bagi tamu yang datang.

"PT Timah juga turut melestarikan budaya Bangka Belitung, karena kalau ada tamu sering diajak untuk lihat cual, kadang cendera matanya ini dari produk mitra binaan PT Timah juga ini kan bantu kita memasarkan produk juga," tuturnya.

18 Motif Cual Dipatenkan

Maslina Yazid sudah memproduksi 18 motif dan sudah memiliki hak cipta. Diantara 18 motif tersebut berupa kembang setangkai, kembang setaman, bebek bekandang, ubur-ubur, kembang sepatu dan gajah mada.

"Masih banyak lagi motif yang sudah kita patenkan. Namun ada juga dalam proses hak cipta," ujar Maslina Yazid, pengrajin kain tenun cual kepada Bangkapos.com, Selasa (29/03/2011).

Dijelaskan Maslina, untuk pasaran kain tenun cual diminati masyarakat, karena kain tenun cual sudah dikenal dimana-mana.

"Alhamdulillah pasaran kain tenun cual sudah dikenal dan diminati masyarakat," jelas Maslina.

Adapun produk kain tenun kain cual yang dijual berbentuk kain dan selendang serta gaun. Atas keberhasilan sebagai pengrajin, Maslina Yazid sudah beberapa kali mendapat penghargaan diantaranya dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta.

Kain Cual Pakaian Kebesaran Bangsawan Muntok

Menenun cual berawal dari aktivitas kaum perempuan bangsawan Muntok Kabupaten Bangka Barat, yang merupakan keturunan Ence' Wan Abdul Haiyat di Kampung Petenon awal abad ke-18.

Cual merupakan kain adat Muntok yang berarti celupan awal pada benang yang akan diwarnai. Tenun cual merupakan perpaduan antara teknik sungkit dan tenun ikat.

Namun yang menjadi ciri khas adalah susunan motif menggunakan teknik tenun ikat.

Biografi Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman

Adapun jenis motif tenun cual, berupa susunan motif bercorak penuh (penganten bekecak) dan motif ruang kosong (Jande Bekecak).

Kepada Bangkapos.com, Sabtu (18/5/2013), pemilik kanu tenun cual Maslina Yazid menjelaskan dilihat dari fungsi sosial, tenun cual merupakan pakaian kebesaran di lingkungan bangsawan Muntok. Bahkan dipergunakan untuk pakaian pengantin dan pakaian pada hari-hari kebesaran Islam dan acara adat lainnya.

"Tidak itu saja, kain cual ini bisa sebagai hantaran pengantin ataupun sebagai mahar yang menggambarkan status sosial seseorang pada masa lalu," ungkap Maslina. ( Bangkaposwiki.com/Andini Dwi Hasanah/Agus Nuryadhyn)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
31 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved