Setelah Keliling Indonesia, Yorsi Nuzulia Membangun Sekolah di Kampung Halaman

Yorsi Nuzulia pulang ke daerah asalnya kota Pangkalpinang untuk mendirikan sekolah dan mendidik anak-anak di tanah kelahirannya.

Editor: FITRIADI
Dokumentasi Yorsi Nuzulia
Yorsi Nuzulia bersama putranya, Kynan. Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul PROFIL Yorsi Nuzulia: Membangun Sekolah di Kampung Halaman, https://bangka.tribunnews.com/2020/01/05/profil-yorsi-nuzulia-membangun-sekolah-di-kampung-halaman. Penulis: Andini Dwi Hasanah Editor: khamelia 

BANGKAPOSWIKI.COM - Yorsi Nuzulia pulang ke daerah asalnya kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung untuk mendirikan sekolah dan mendidik anak-anak di tanah kelahirannya.

Tekad itu dilakukan Yorsi setelah berkeliling Indonesia menjajaki beberapa wilayah untuk mendapatkan pengalaman pekerjaan yang sangat luar biasa.

Perempuan kelahiran Pangkapinang, 23 April 1989 lalu ini merupakan alumni SMAN 1 Pangkalpinang, dan berkuliah di dua kampus ternama di Indonesia sekaligus.

Yorsi Nuzulia lulusan S1 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Pendidikan Geografi, dan Diploma Tiga (D3), dan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta jurusan Bahasa Inggris murni. Ia lulus secara bersamaan di tahun 2009 di kampus yang berbeda dengan dua jurusan yang berbeda pula, meraih predikat sangat memuaskan.

Tidak sampai di situ, kemudian Yorsi melanjutkan Magister (S2) nya di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta jurusan Managemen Bencana.

Yorsi pernah menjadi perwakilan Bangka Belitung untuk pertukaran pemuda antar negara ke Kanada. Karirnya pun cukup moncer, ia pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia, bahkan beberapa kali mendapat prestasi hingga luar negeri.

Di usianya yang ke 26, perempuan pemilik senyum ramah ini memilih untuk menikah dengan laki-laki pilihannya yang bernama Sapto Siswoyo asal Surabaya. Pasangan ini dikaruniai anak laki-laki yang berumur 3,5 tahun bernama Kynan Kelana Siswoyo.

Yorsi Nuzulia saat mengajari muridnya di PAUD Paramarta (Dokumentasi Yorsi)
Yorsi Nuzulia saat mengajari muridnya di PAUD Paramarta (Dokumentasi Yorsi) 

Dengan  latar pendidikan yang baik, dan segudang prestasi yang diraih, tentu sangat mudah bagi dirinya untuk mendapatkan pekerjaan.

Terakhir, sebelum Yorsi Nuzulia memutuskan untuk pulang ke Pangkalpinang, ia bekerja di Denpasar Bali Swisscontact Indonesia Wisata Project, bergerak di bidang Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Pariwisata, seperti Flores, Wakatobi, Toraja dan Tanjung Puting, di bagian Vocational Education and Training

Namun di tahun 2017 Yorsi memilih pulang ke Pangkalpinang. Alasannya sederhana, sebagai seorang ibu ia ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarganya, serta membangun pendidikan di daerah asalnya yaitu Pangkalpinang.

"Saya ingin anak saya punya tanah kelahiran. Diawal kehidupannya disatu tempat yang bisa diingat dan dicintainya nanti, pekerjaan saya sebelumnya menuntut saya untuk terbang meninggalakan anak, akhirnya saya memutuskan untuk kembali dan membangun mimpi saya untuk membuat sekolah di Bangka," ungkapnya saat ditemui Bangkaposwiki.com, Sabtu (4/1/2020).

Yorsi bersama siswa PAUD Paramarta (dokumentasi Yorsi Nuzulia)
Yorsi bersama siswa PAUD Paramarta (dokumentasi Yorsi Nuzulia) 

Yorsi menuturkan, Pangkalpinang adalah kota atau tempat yang cocok untuknya membangun mimpi serta memberikan pengalaman untuk putra tersayangnya.

Ia menceritakan, setelah dua bulan merencanakan akhirnya 2 Oktober 2017 berdirilah sekolah yang bernama Rumba (Rumah Belajar Anak) dibawah Yayasan KupuBuku di Taman Sari, Pangkalpinang.

Bermodalkan tekad yang kuat, kehadiran Rumba sangat memberikan kebahagian bagi Yorsi, meski saat itu hanya memiliki dua pengajar dan belasan murid saja.

Seiring waktu, bimbingan belajar anak usia 3-12 tahun ini sudah memiliki 3 cabang. Pertama di Taman sari, Jalan KH Abdul Hamid 123, cabang kedua di Selindung, Jalan Vila Putih 19, dan ketiga di Girimaya, Jalan Girimaya 19. Serta Paud Paramarta yang masih satu yayasan dengan KupuBuku, dengan total 250 murid dan 17 pegawai.

"Saya senangnya melakukan pekerjaan yang feel good job, yang memberikan impact langsung, dan memang pendidikan itu sangat berimpact, kalau sebuah negara itu ingin berubah menjadi maju pendidikan nya dulu yang harus kita betulkan," kata Yorsi juga aktif sebagai konsultan pendidikan.

Yorsi Nuzulia bersama murid-muridnya (dokumentasi Yorsi Nuzulia)
Yorsi Nuzulia bersama murid-muridnya (dokumentasi Yorsi Nuzulia) 

Dia percaya bahwa, menjadi tenaga pengajar itu adalah satu di antara kontribusinya yang nyata sebagai warga negara Indonesia.

"Jadi yang membuat kita survive itu adalah kita harus belajar, ilmu dan perkembangan baru itu tetap ada, semoga pendidikan di Bangka ini bisa lebih baik lagi, lebih beragam sebab beragam itu memberikan kesempatan untuk para pendidik berkreasi bebas," tuturnya

Yorsi mengungkapkan, proses hidup hingga saat ini tak lepas dari dukungan orangtuanya, terutama peran ayahanda yang bernama Saviat, SH, MH, dan ibunya yang bernama Hatijah, hingga memberikan kepercayaan untuknya menjadi diri sendiri.

"Mendukung saya untuk bertumbuh dan berkarya sesuai dengan apa yang saya cintai, tanpa paksaan. Apa yang saya lakukan sekarang tidak luput dari dukungan suami juga. Doakan  kami bisa jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kami dan anak-anak didik kami di Rumba dan Paud Paramarta. Semoga Yayasan KupuBuku bisa membuka lebih banyak lagi kesempatan bagi lulusan keguruan untuk dapat berkarya di Rumba dan Paramarta," harapnya.

Yorsi Nuzulia bersama suami dan putra tersayangnya (dokumentasi Yorsi Nuzulia)
Yorsi Nuzulia bersama suami dan putra tersayangnya. (dokumentasi Yorsi Nuzulia) 

Halaman selanjutnya

Biodata: 

...

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
42 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved