Valen Alobi Kini Jadi Penyelamat Hewan Dilindungi

Valen sejak lulus sekolah pada 2008 silam sudah memelihara banyak hewan seperti musang, dan burung hantu.

Valen Alobi Kini Jadi Penyelamat Hewan Dilindungi
Bangkaposwiki.com/Cici Nasya Nita
Kepala Divisi Animal Rescue Lembaga Konservasi Pusat Penyelamat Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Valen. 

BANGKAPOSWIKI.COM, BANGKA -- Berawal dari pelihara ikan sejak kecil membuat sosok Adrian Valentino yang biasa disapa Valen menjadi pribadi pecinta hewan

Valen, pria kelahiran Pangkalpinang, Bangka Belitung 14 April 1990 ini mengaku sejak lulus sekolah pada 2008 silam sudah memelihara banyak hewan seperti musang, dan burung hantu.

Tujuannya memelihara banyak hewan karena keinginannya memperbanyak populasi kemudian dilepasliarkan untuk keseimbangan ekosistem di alam.

Pria berumur 29 tahun ini pun kini menjadi Kepala Divisi Animal Rescue Yayasan Konservasi Pusat Penyelamat Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung.

"Awalnya hobi pelihara hewan sejak kecil kini berbalik 360 derajat ke arah konservasi. Sebab kita lebih senang melihat hewan ini di alam dan di habitat asli," ujar Valen.

Menurutnya sangat penting melindungi hewan sebab bila bicara nilai dan hewan di alam sebagai penyeimbang ekosistem serta timbal balik juga untuk manusia.

Valen juga menceritakan awal terbentuknya Alobi yang berawal hanya sebagai komunitas pecinta hewan kemudian sampai menjadi yayasan yang legal.

"Kita berdiri sekitar 2015 atau hampir 5 tahun silam dalam status komunitas kemudian beranjak kepada ormas kemudian sekarang sudah legalitas. Perizinan pun didapatkan kisaran setahunan ini dengan nama PPS. Kita juga mulai banyak diakui dan bergerak untuk melindungi hewan liar dan dilindungi UU," ceritanya.

Valen dan rekan Alobi lain terjun di dunia penyelamatan hewan karena prihatin akan eksploitasi hewan-hewan liar dan dilindungi.

"Kita merasa bersalah saat melihat kondisi bahkan dulu banyak eksploitasi hewan-hewan liar dan langka atau dilindungi. Sehingga tergeraklah untuk mejadi relawan penyelamat hewan," jelasnya.

Keanggotaan di Alobi bersifat relawan, Alobi selalu membuka pintu bagi seseorang yang tertarik bergabung dan peduli hewan.

Pria lajang ini juga menuturkan pendapatnya mengenai kesadaran masyarakat akan keberadaan hewan liar dan dilindungi.

"Kesadaran masyarakat banyak yang mulai paham cuma sebagian besar belum paham mengenai keanakeragaman hayati. Dalam sosialisasi kita juga mengajak masyarakat untuk melestarikan hewan dan berkoordinasi dengan pemerintah mengenai pemantauan," ungkap Valen.

(Bangkaposwiki.com/Cici Nasya Nita)

Ikuti kami di
Editor: FITRIADI
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved