Gitarnya Berkepala Rusa Ciri Khas Alat Musik Dambus Bangka Belitung

Asal usul dambus di Bangka Belitung berasal dari berbagai jenis akulturasi dari budaya Arab dan China.

Gitarnya Berkepala Rusa Ciri Khas Alat Musik Dambus Bangka Belitung
Istimewa/Sanggar Cikar
Grup musik Sanggar Cikar saat memainkan musik dambus. 

BANGKAPOSWIKI.COM - Dambus adalah sejenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik yang dipergunakan dalam mengiringi tarian dan nyanyian yang dilantunkan oleh pendahulu.

Asal usul dambus di Bangka Belitung berasal dari berbagai jenis akulturasi dari budaya Arab dan China.

Ketua Sanggar Cikar Pangkalpinang, Yamin mengatakan, alat musik dambus di Bangka Belitung memiliki ciri khas tersendiri yaitu disimbolkan dengan bentuk Kepala Rusa.

"Rusa ini merupakan binatang yang berimigrasi untuk mencari makan dan dikarena habitatnya selalu berada dalam kelompok yang besar dan sangat tangkas," ungkap Yamin kepada Bangkaposwiki.com, Jum'at (10/2/2020).

Kerangka gitar dambus berbentuk kepala rusa. (Bangkaposwiki.com/Sela Agustika)
Kerangka gitar dambus berbentuk kepala rusa. (Bangkaposwiki.com/Sela Agustika) ()

Selain itu, ciri khas lainnya yang menjadi pembeda dengan daerah lain yaitu dari pentingan dan lagunya.

"Pentingan dan lagu dambus di Bangka memiliki ciri yang khas dan lagunya mengandung pantun-pantun yang menjadi ciri khasnya," ujar Yamin

Adapun alat-alat pengiring dambus terdiri dari gitar dambus, gendang belah, gendang panjang, gong, piul, rebana dan tamborin.

Ia mengatakan, alat musik ini identik dengan nyanyian yang bernafaskan Islam dan memiliki fungsi sebagai pengiring tarian dincak.

Peralatan musik gambus dibuat dari bahan kayu pilihan, seperti balok-balok kayu yang telah dipotong kemudian dibentuk menggunakan pola sesuai ukuran yang akan dibuat.

Diakuinya, Dambus ini memiliki irama tersendiri, contohnya, seperti irama abusama, mainang, saalto dan lainnya.

"Untuk saat ini irama abusama yang paling banyak didengar akan tetapi tergantung dengan momennya," ungkap Yamin.

Grup musik Sanggar Cikar saat memainkan musik dambus.
Grup musik Sanggar Cikar saat memainkan musik dambus. (Istimewa/Sanggar Cikar)

Ia mengatakan, dambus dan nyanyian biasanya diselenggarakan pada acara pesta pernikahan, syukuran atau acara besar islam.

Ia berharap, semoga pelaku seni dan seninaman yang ada di Pangkalpinang dan Bangka Belitung diperhatikan pemerintah dan institusi yang berhubungan dengan seni itu sendiri.

Selain itu, Kevin pelaku seni mengatakan, dambus adalah brand lokal Bangka yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Akan rugi jika kita tidak mengindahkan kesenian dan budaya daerah sendiri, karena apabila tidak kita lestarikan bom waktu sendiri yang akan menghancurkan budaya kita,"Kevin pelaku Seni. (Bangkaposwiki.com/Sela Agustika)

Ikuti kami di
Editor: FITRIADI
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved