Cap Go Meh Jadi Magnet Wisatawan Berkunjung ke Bangka Belitung

Perayaan Cap Go Meh dipercaya untuk melepas nasib lalu yang buruk dan menyambut nasib baik untuk masa mendatang.

Editor: FITRIADI
Bangkaposwiki.com/Dok
Atraksi Biksu Shaolin Temple Quanzhou Fujian Tiongkok Seni Chinnese Caligraphy pada perayaan Cap Go Meh di Puri Tri Agung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (3/3/2018) malam. 

Cap Go Meh diprediksi sudah dirayakan sejak 2.000 tahun lalu. Sejak zaman Dinasti Han (206 Sebelum Masehi- 25 Masehi) ketika biksu Budha harus membawa lentera untuk ritual indah.

Mereka kemudian menerbangkan lentera tersebut, sebagai simbol untuk melepas nasib lalu yang buruk dan menyambut nasib baik untuk masa mendatang. Dari sini mengapaCap Go Meh identik dengan lentera.

Hari Kasih Sayang Versi China

Disebut Hari Kasih Sayang versi China lantaran pada zaman dahulu, perempuan yang belum menikah tidak diperkenankan meninggalkan rumah seorang diri kecuali pada perayaan Cap Go Meh. Sehingga beberapa hari perayaan ini menjadi waktunya bersosialisasi dengan semua orang, terutama lawan jenis calon pasangan hidup.

Menyalakan lentera juga identik dengan tanda atau harapan akan mendapat kehidupan percintaan yang lebih baik.

Lempah Kuning hingga Mie Koba Kuliner Khas yang Wajib Anda Coba Ketika Berkunjung ke Bangka

Akhir Dari Hal Tabu di Perayaan Imlek

Saat perayaan Imlek ada banyak hal tabu yang tidak boleh dilakukan atau dibeli. Misalnya tidak boleh membeli sepatu, buku, menangis, dan lain hal.

Cap Go Meh merupakan penanda oerayaan Imlek telah usai, begitu pula dengan hal-hal yang dianggap tabu.

Full set dari lontong Cap Go Meh yang terlihat dalam foto ini terdiri dari lontong, ayam opor, ayam abing, sambel goreng ati ampela, lodeh terong/labu, telur pindang, bawang merah goreng dan bubuk dokcang. (Aji Bromokusumo)
Full set dari lontong Cap Go Meh yang terlihat dalam foto ini terdiri dari lontong, ayam opor, ayam abing, sambel goreng ati ampela, lodeh terong/labu, telur pindang, bawang merah goreng dan bubuk dokcang. (Aji Bromokusumo) 

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia terbilang istimewa karena telah berakulturasi dengan budaya setempat. Misalnya di Singkawang adanya ritual pawai tatung, pembakaran replika naga untuk menolak bala satu kota.

Di Pulau Jawa, Tionghoa merayakan dengan lontong cap go meh, yang merupakan kuliner serapan dari ketupat lebaran. Hanya bentuknya bulat, menyerupai bulan purnama yang biasa bersinar di penanggalan 15 China.

(Bangkaposwiki.com/Sela Agustika)

 
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved