RSBT Pangkalpinang, Rumah Sakit Tertua yang Jadi Cagar Budaya

Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

RSBT Pangkalpinang, Rumah Sakit Tertua yang Jadi Cagar Budaya
Bangkaposwiki.com/Sela Agustika
Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOSWIKI.COM - Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) adalah rumah sakit tertua di kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

RSBT Pangkalpinang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1920 Masehi dan telah lama dikenal oleh masyarakat Pulau Bangka.

Pada masa itu, rumah sakit ini berawal dari balai pengobatan utama atau rumah sakit utama bagi karyawan perusahaan Banka Tin Winning.

Bangunan yang terletak pada sisi barat Kantor Pusat PT Timah Tbk, Jl. Jenderal Sudirman Pangkalpinang, berada pada 02° 06’ 52” LS – 106° 06’42” BT (48 M 06 23639 mU-9766219 mT).

RSBT ini memiliki bentuk bangunan berdenah empat, yang berbentuk persegi panjang berlantai dua.

Bagian bangunan lantai bawah berbentuk segi enam, dilapisi tegel berwarna hitam/abu-abu dan lantai atas terbuat dari kayu, atapnya terbuat dari seng dengan bentuk atap limas.

Cagar Budaya Bersejarah di Kota Pangkalpinang, Ada Rumah Resident hingga Wilhelmina Park

Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Sejarah Cagar Budaya Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, https://bangka.tribunnews.com/2020/03/12/sejarah-cagar-budaya-rumah-sakit-bakti-timah-pangkalpinang.
Penulis: Sela Agustika
Editor: Hendra
Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Sejarah Cagar Budaya Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, https://bangka.tribunnews.com/2020/03/12/sejarah-cagar-budaya-rumah-sakit-bakti-timah-pangkalpinang. Penulis: Sela Agustika Editor: Hendra (Bangkaposwiki.com/Sela Agustika)

Bagian dinding bangunan tersebut terbuat dari bata yang dilengkapi dengan pintu dan jendela kaca.

Pada tahun 1953, seiring dinasionalisasinya perusahaan-perusahan pertambangan Timah Belanda, BTW (Banka Tinwinning Bedrjff), GMB (Gemenschaplijke Maatschappij Billiton) dan NV. SITEM (Singkep Tin Maatschappij) menjadi perusahaan milik negara.

Sejak tahun 1969 perusahan ini dikelolah oleh Unit Penambang Timah Bangka (UPTB) yang fungsinya selain sebagai tempat pengobatan karyawan unit penambang timah bangka (UPTB) juga melayani pengobatan bagi masyarkat Pulau Bangka.

Pada tanggal 2 Agustus 1976, Perusahaan Negara Penambang Timah dirubah statusnya menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Timah Tbk.

Di tahun 1990, BUMN PT Timah mulai melakukan restrukturisasi, revitalisasi, reorganisasi, pembentukan anak perusahaan, optimalisasi penggunaan aset yang tidak relevan dengan core bisnis, pengendalian cost secara ketat dan pengembangan visi serta budaya kerja secara efisien.

Amazing 7 Spot Snorkeling di Bangka Belitung, Keindahan Bawah Lautnya Bikin Kamu Berdecak Kagum

Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang masuk dalam benda cagar budaya di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Bangkaposwiki.com/Sela Agustika)

Pelepasan terhadap aset pengelolahan rumah sakit dilakukan secara swakelola pada tanggal, 1 Februari 1993 dan kemudian dilakukan lagi perkembangan berikutnya pada tanggal, 1 April 1993 rumah sakit ini menjadi milik dan salah satu unit usaha dari Yayasan Bakti Timah.

Rumah Sakit Bakti Timah ini adalah satu diantara benda cagar budaya Kota Pangkalpinang berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM 13/PW 007/MKP 2010 tanggal 8 Januari 2010,  dan dilindungi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Hingga saat ini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh. Namun, pada beberapa bangun tersebut telah mengalami pembangunan dan perluasan.

( Bangkaposwiki.com / Sela Agustika )

Ikuti kami di
Editor: FITRIADI
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved