Menjaga Kesehatan Paru-paru di saat Wabah Virus Corona

Penularan Covid-19 ini bisa melalui droplet atau percikan dahak pada saat penderita COVID-19 batuk, bersin dan berbicara.

Menjaga Kesehatan Paru-paru di saat Wabah Virus Corona
Kompas.com
Menjaga Kesehatan Paru dan Pentingnya Penggunaan Masker Ditengah Pandemi Covid-19 

BANGKAPOSWIKI.COM, BANGKA - Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi mengatakan, penularan Covid-19 ini bisa melalui droplet atau percikan dahak pada saat penderita Covid-19 batuk, bersin dan berbicara.

Dia mengungkapkan, percikan dahak yang mengandung virus SARS-CoV-2 dapat terhirup oleh orang yang berjarak kurang dari 1 meter.

Disamping itu, saluran napas manusia dari rongga mulut sampai dengan paru bahan bawah (bronkiolus terminalis) mengandung sangat banyak reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2).

//

"Banyaknya reseptor ACE-2 ini membuat virus yang beterbangan di udara sangat mudah menempel pada saluran pernapas orang yang berdekatan dengan pasien Covid-19," ucap dr Adi Rosadi saat dikonfirmasi Bangkaposwiki.com, Rabu (1/4/2020).

Ia menambahkan, hal lain yang membuat penyakit ini sangat mudah menular adalah virus Covid-19 sudah dapat ditularkan pada saat pengidap virus (carrier) masih dalam masa inkubasi atau masih sehat.

Tips Mencegah Virus Corona atau Covid-19

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berpergian ke luar.

"Karena itu memakai masker pada saat pandemi Covid-19 merupakan upaya yang sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini. Masker wajah (face mask) harus selalu dipakai pada saat kita sakit batuk, pilek atau demam dan bila berada dalam kerumunan orang walaupun dalam keadaan sehat," jelas Adi.

Ia menuturkan, apabila semua orang yang berada dalam kerumunan memakai masker, potensi penularan penyakit ini menjadi sangat menurun, walaupun yang terbaik saat ini adalah menghindari kerumunan.

Diakuinya, kesehatan paru merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

"Bila ada penyakit tuberculosis (TBC), maka harus diobati dengan minum obat antituberculosis (OAT) secara teratur minimal selama 6 bulan," saran Adi Rosadi

"Untuk jenis penyakit yang lain juga harus diobati dengan teratur dan dikontrol, karena dapat mempengaruhi kesehatan paru seperti sakit jantung, ginjal, hati, hipertensi, diabetes mellitus (kencing manis) dan dislipidemia (kadar kolesterol tinggi," tambahnya

PNS Bangka Tengah Gunakan Si Pelawan dan Si Ketawai Untuk Cegah Wabah Corona

Berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru diantaranya:

1. Melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas)

Kesehatan paru dapat dicapai melalui gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (Germas), seperti mengkonsumsi makan makanan dengan gizi seimbang dan dimasak sempurna (tidak setengah matang) dan selalu cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setelah melakukan aktivitas.

Wakil Bupati Babar Markus memperagakan program Germas.
Wakil Bupati Babar Markus memperagakan program Germas. (IST)

2. Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

Banyak minum air putih, minimal 8 gelas dalam sehari sangat baik untuk menjaga kesehatan paru, bila tidak ada sakit jantung atau ginjal.

Air putih sehat untuk tubuh
Air putih sehat untuk tubuh (Bangkapos.com / Fitriadi)

3. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Dengan tidur atau itirahat yang cukup maka akan berdampak baik bagi kesehat tubuh.

Susi Pudjiastuti beristirahat sambil minum kopi di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, (8/10/2019).
Susi Pudjiastuti beristirahat sambil minum kopi di Pantai Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, (8/10/2019). (Kompas.com/Farid Assifa)

4. Menghentikan Kebiasaan Buruk

Berbagai kebiasan yang dapat merugikan kesehatan, seperti bergadang, minum alkohol, merokok, serta menghindari polusi udara menjadi hal penting yang harus dihentikan untuk menjaga paru agar tetap sehat.

DILARANG MEROKOK - Pengunjung melintas di dekat papan bertuliskan larangan merokok di salah satu pintu masuk Bandung Electronic Center (BEC), Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Selasa (18/4/2017). Pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Kota Bandung itu menyediakan tempat khusus untuk merokok
DILARANG MEROKOK - Pengunjung melintas di dekat papan bertuliskan larangan merokok di salah satu pintu masuk Bandung Electronic Center (BEC), Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Selasa (18/4/2017). Pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Kota Bandung itu menyediakan tempat khusus untuk merokok "smoking room" di salah satu pojok di halaman mal agar karyawan dan pengunjung tidak merokok di sembarang tempat dan dilarang merokok di dalam mal. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

( Bangkaposwiki.com / Sela Agustika )

 
Ikuti kami di
Editor: FITRIADI
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved